Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah
Raja Indra ( 782 - 812 M ), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti
Syailendra. Nama "Pawon" sendiri, menurut sebagian orang, berasal dari
kata pawuan yang berarti tempat menyimpan awu (abu). Dalam ruangan di
tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisatwa,
sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah
mencapai tataran Bodhisattva, maka dalam candi ditempatkan arca
Bodhisatwva. Dalam Prasasti Karang Tengah disebutkan bahwa arca
tersebut mengeluarkan wajra (sinar). Pernyataan tersebut menimbulkan
dugaan bahwa arca Bodhisattwa tersebut dibuat dari perunggu.
|
Batur candi setinggi sekitar 1,5 m berdenah dasar persegi empat, namun
tepinya dibuat berliku-liku membentuk 20 sudut. Dinding batur dihiasi
pahatan dengan berbagai motif, seperti bunga dan sulur-suluran. Berbeda
dengan candi Buddha pada umumnya, bentuk tubuh Candi Pawon ramping
seperti candi Hindu.
Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi barat. Di
atas ambang pintu terdapat hiasan Kalamakara tanpa rahang bawah.Tangga
menuju selasar dilengkapi dengan pipi tangga dengan pahatan pada
dinding luarnya. Hiasan kepala naga di pangkal pipi tangga sudah rusak.
Ruangan dalam tubuh candi saat ini berada dalam keadaan kosong, namun
pada lantai terlihat bekas yang menunjukkan bahwa tadinya terdapat arca
di tempat tersebut.
|
Pada dinding bagian depan candi, di sebelah utara dan selatan pintu
masuk, terdapat relung yang berisi pahatan yang menggambarkan Kuwera
(Dewa Kekayaan) dalam posisi berdiri. Pahatan yang terdapat di selatan
pintu sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi wujud aslinya. Pahatan
yang di utara pintu relatif masih utuh, hanya bagian kepala saja yang
sudah hancur.
|
Pada dinding utara dan selatan candi terdapat relief yang sama, yaitu
yang menggambarkan Kinara dan Kinari, sepasang burung berkepala
manusia, berdiri mengapit pohon kalpataru yang tumbuh dalam sebuah
jambangan. Di sekeliling pohon terletak beberapa pundi-pundi uang. Di
langit tampak sepasang manusia yang sedang terbang. Di bagian atas
dinding terdapat sepasang jendela kecil yang berfungsi sebagai
ventilasi. Di antara kedua lubang ventilasi tersebut terdapat pahatan
kumuda.
|
Atap candi berbentuk persegi bersusun dengan hiasan beberapa dagoba
(kubah) kecil di masing-masing sisinya. Puncak atap dihiasi dengan
sebuah dagoba yang lebih besar.
Sumber: pnri.go.id
0 comments:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.